6 Aturan Diet Sehat untuk Ibu Menyusui

6 Aturan Diet Sehat untuk Ibu Menyusui

Sebagian dari Anda mungkin pernah atau sedang menurunkan berat badan saat menyusui. Karena tak sabar untuk mengembalikan berat badan seperti sebelum hamil, Anda kemudian memulai program menurunkan berat badan saat Anda sedang menyusui. Padahal, kebutuhan nutrisi Anda saat menyusui sama tingginya dengan saat Anda hamil, bahkan lebih. Hati-hati, diet penurunan berat badan yang sangat ketat saat menyusui mungkin dapat berdampak buruk bagi Anda dan bayi Anda. Sebenarnya, boleh atau tidak sih diet penurunan berat badan saat menyusui? Apakah ada diet sehat untuk ibu menyusui supaya tak berpengaruh pada nutrisi bayi?

Bolehkah ibu diet saat menyusui?

Saat Anda menyusui, sebenarnya Anda masih membutuhkan banyak sekali nutrisi untuk memproduksi ASI. Jika nutrisi ini kurang terpenuhi, maka yang rugi adalah Anda sendiri karena nantinya tubuh Anda akan mengambil zat gizi dalam tubuh untuk memproduksi ASI. Makanan yang Anda makan sebenarnya tidak terlalu memengaruhi produksi ASI, namun cukup penting bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda saat menyusui.

Diet saat hamil sebenarnya sah-sah saja jika dilakukan dengan baik. Tapi, jangan sampai malah berdampak buruk bagi Anda dan bayi Anda. Misalnya saja, tubuh Anda menjadi lemas karena Anda kurang makan, sehingga Anda kesulitan untuk merawat bayi Anda. Walaupun Anda melakukan diet saat menyusui, sebaiknya tetap perhatikan pemenuhan nutrisi untuk tubuh Anda dan untuk produksi ASI. Sehingga, juga tidak akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda yang masih tergantung pada ASI.

BACA JUGA: 8 Zat Gizi Wajib Bagi Ibu yang Sedang Menyusui

Bagaimana cara menjalankan diet sehat untuk ibu menyusui?

Sebenarnya saat Anda menyusui, tubuh Anda telah membakar kalori sebanyak 200-500 kalori. Ya, menyusui juga membantu Anda untuk menurunkan berat badan, terlebih lagi jika Anda menyusui bayi Anda secara eksklusif 6 bulan atau lebih.

Jika Anda ingin diet saat menyusui, sebaiknya ikuti petunjuk diet ini untuk memastikan  diet Anda aman dilakukan untuk Anda dan bayi Anda.

1. Jangan terlalu membatasi konsumsi makanan Anda

Diet penurunan berat badan yang terlalu ketat tidak baik dilakukan. Anda harus tetap memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Saat hamil, Anda harus mengonsumsi setidaknya 1500-1800 kalori per hari. Beberapa ibu mungkin membutuhkan lebih banyak kalori. Jangan kurang dari angka tersebut, karena pemenuhan kalori di bawah angka tersebut mungkin dapat mengganggu produksi ASI Anda. Setidaknya Anda hanya mengalami penurunan berat badan sebanyak 0,5-1 kg per minggu dan tidak lebih dari ini. Penurunan berat badan lebih dari ini juga dapat memengaruhi produksi ASI Anda.

2. Turunkan asupan makanan Anda secara bertahap

Penurunan porsi makanan  yang dilakukan secara drastis dan tiba-tiba dapat membuat produksi ASI juga menurun. Penurunan asupan kalori secara tiba-tiba dalam jumlah banyak juga dapat membuat tubuh Anda menganggap hal ini sebagai kelaparan. Akibatnya, tubuh merespon hal tersebut dengan menurunkan jumlah produksi ASI Anda.

3. Jangan terburu-buru melakukan diet setelah melahirkan

Sebaiknya jangan melakukan diet penurunan berat badan di awal-awal masa setelah kelahiran. Setelah melahirkan, Anda membutuhkan banyak nutrisi untuk mempercepat pemulihan tubuh Anda setelah melahirkan. Diet penurunan badan pada masa ini dapat menyebabkan masa pemulihan Anda lebih lama dan membuat Anda merasa lebih lelah. Jadi, jika Anda ingin melakukan diet saat menyusui, sebaiknya lakukan hal ini setidaknya 2 bulan setelah kelahiran bayi Anda.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*